GroundsToGrow

Digital Disruption · Level 4–6–8

Ekosistem hidup

Ampas kopi
hari ini, modal esok.

From Waste to Wealth — From Coffee to Carbon

Indonesia minum sekitar 290 ribu ton kopi setahun versi BPS. Ampasnya, 250 ribu ton, dulu menumpuk di TPA. GroundsToGrow menyambungkan kedai kopi, UMKM hilirisasi, konsumen, dan korporasi ESG dalam satu loop. Satu kilogram ampas memicu lulur, briket, kompos, sampai carbon credit yang terukur.

The Loop

Sirkular

Ampas kopi

Sisa akhir shift kedai

diproses

Produk + Carbon

Lulur, briket, CO2-eq

CO2-eq saved

2.716kg

Grounds Coin

542.100

Masalah yang kami lihat

Limbah bervolume besar yang sebenarnya kaya nitrogen.

Empat angka di bawah ini jadi alasan platform ini dibangun. Baca pelan-pelan.

01

290rb

ton / tahun

Kopi yang diminum Indonesia

Angka konsumsi nasional versi BPS. Tiap cangkir menyisakan ampas.

02

250rb

ton ampas

Limbah ampas yang menumpuk

Estimasi 250–300 ribu ton per tahun. Saat TPA Piyungan tutup Maret 2024, sisa organik tak lagi punya tempat.

03

2.716

kg CO2-eq

Emisi yang sudah dihindari

Tercatat lintas ekosistem GroundsToGrow, dihitung audit-ready untuk laporan ESG.

04

8

entitas

Pelaku dalam satu loop

Empat inti, empat pendukung. Tiap pihak memberi sekaligus menerima nilai.

01 — Value Constellation

Delapan pihak, satu konstelasi nilai.

Tiap entitas menyetor sesuatu ke loop dan menarik nilai balik. Kedai memberi ampas, menerima Eco-Badge. UMKM memberi produk, menerima bahan baku murah. Hapus satu simpul, loop pincang. Itu jantung disrupsi GroundsToGrow.

8

Platform Orchestrator

GroundsToGrow

Satu platform menengahi 8 entitas. Tiap pihak memberi & menerima nilai di loop yang sama, jadi setiap transaksi memperkuat yang lain.

Core — 4 Pelaku Langsung

Inti rantai nilai ampas
C1

Coffee Shop

Sumber ampas kopi

Kasih
Ampas kopi (limbah harian)
Dapat
Disposal gratis + ESG/Eco-Badge
C2

UMKM Hilirisasi

Transformer ampas jadi produk

Kasih
Subscription + produk olahan
Dapat
Supply tersortir + Verified Circular Source
C3

End User (B2C)

Konsumen produk olahan

Kasih
Pembelian + komisi marketplace
Dapat
Produk + konten DIY + Grounds Coin
C4

Brand Sponsor

Carbon buyer / korporasi ESG

Kasih
Pembelian carbon credit
Dapat
ESG report ready (dorong LST OJK)

Supporting — 4 Enabler

Jaringan & legitimasi ekosistem
S1

Kampus

Host Hub + talent mahasiswa

Kasih
Lokasi Hub + SDM mahasiswa
Dapat
Living lab + branding sustainability
S2

DLH

Dinas Lingkungan Hidup

Kasih
Legitimasi + dukungan regulasi
Dapat
Data flow waste (Adipura / zero-waste)
S3

Komunitas Urban Farming

Demand kompos / media tanam

Kasih
Demand kompos + edukasi
Dapat
Kompos & media tanam terjangkau
S4

Logistik Partner

Pickup ampas (idle capacity)

Kasih
Kapasitas pickup & antar
Dapat
Fee dari idle capacity

02 — Cara Kerja

Tiga langkah, dari ampas jadi nilai.

Dari ampas di akhir shift sampai produk jadi, alurnya sengaja dibuat sependek mungkin. Owner kedai cukup pegang HP.

01

Foto & Submit Ampas

Owner kedai foto ampas di akhir shift. WasteScan mencatat jenis kopi, volume kilogram, dan jam sejak seduh. Tiga puluh detik, selesai.

02

Smart Match Otomatis

Algoritma membaca jenis kopi, jarak ke Hub, dan freshness ampas, lalu mengusulkan UMKM hilirisasi paling cocok. Skor match keluar di layar.

03

Pickup di Hub Kampus

Kurir partner mengangkut ampas ke Hub. UMKM mengolahnya jadi lulur, briket, atau kompos. Kedai dapat Eco-Badge plus Grounds Coin.

03 — Revenue & Value

Enam aliran nilai, satu loop.

Limbah → resource → wealth. Satu kilogram ampas yang sama bisa dibayar UMKM lewat langganan, menghasilkan komisi saat produknya laku, lalu dihitung lagi sebagai carbon credit. Tiga pendapatan dari satu input.

01

Subscription UMKM

Tier Starter, Pro, dan Enterprise membayar untuk supply ampas tersortir per grade A/B/C.

02

Komisi Marketplace

Fee tiap transaksi produk olahan dan biji kopi petani yang laku di etalase.

03

Carbon Credit

Brand sponsor membeli CO2-eq, mengacu harga bursa karbon IDXCarbon sejak 2023, lalu menerima ESG report siap LST OJK.

04

Eco-Badge & Sertifikasi

Status Verified Circular Source jadi alat branding kedai maupun UMKM.

05

Kompos & Media Tanam

Ampas mengandung nitrogen sekitar 2 persen. Surplus disalurkan ke komunitas urban farming sebagai kompos siap pakai.

06

Logistik Jam Kosong

Fee pickup mengisi idle capacity driver di jam sepi, jadi armada tetap produktif.

Mulai sekarang

Ampas hari ini, jadi modal esok?

Buka WasteScan, submit satu batch ampas, dan lihat Smart Match memilih UMKM dalam dua detik. Tiga puluh detik untuk paham seluruh loop bekerja.